image
Berita4 Min Read

Dari Puncak Dunia ke Jurang Krisis: Mengurai Perjalanan EVOS Divine

Setahun yang lalu, EVOS Divine berdiri gagah di puncak kasta tertinggi esports Free Fire global. Kini, skuad berjuluk Macan Putih tersebut justru sedang melintasi salah satu periode terkelam sepanjang sejarah perjalanan kompetitif mereka.

Kemenangan gemilang di ajang Esports World Cup (EWC) 2025 sempat mengukuhkan nama EVOS Divine sebagai tim nomor satu di dunia. Mereka sukses merengkuh trofi juara, membungkus 170 poin, serta mengamankan hadiah fantastis senilai Rp4,8 miliar. Sayangnya, momen megah di Riyadh tersebut tak lantas menjadi awal dari dominasi jangka panjang.

Hanya dalam kurun waktu 12 bulan, grafik performa Macan Putih merosot tajam. Kegagalan menjaga konsistensi di skena regional, hasil mengecewakan di panggung internasional, hingga perombakan roster darurat kini menempatkan mereka dalam situasi yang sangat kritis di panggung FFWS SEA 2026 Fall.

Baca juga: Perubahan Sistem Ranked Free Fire S53: Rank Master Makin Menantang!

Rekam Jejak Penurunan Sang Juara Dunia

Mengurai perjalanan satu tahun terakhir EVOS Divine memperlihatkan kontras yang sangat tajam antara kejayaan masa lalu dan realitas pahit saat ini:

  1. Menguasai Puncak Dunia di Riyadh - EWC 2025

EVOS Divine mengukuhkan diri sebagai yang terbaik di planet ini usai menjuarai EWC 2025 dengan koleksi 170 poin. Kemenangan ini sekaligus menaikkan standar ekspektasi publik terhadap performa mereka di masa depan.

  1. Langkah Awal yang Mulai Goyah - FFWS SEA 2025 Fall

Gelar juara dunia ternyata tak menjamin kemudahan di level Asia Tenggara. EVOS mulai kehilangan dominasi khasnya dan tampil tidak stabil di sepanjang turnamen regional ini.

  1. Tahta Mahkota Dunia Lengser - FFWS Global Finals 2025

Datang sebagai juara bertahan yang difavoritkan, performa EVOS justru melempem. Mereka hanya sanggup menyelesaikannya di papan tengah dan gagal mempertahankan gelar juara dunia.

  1. Terlempar ke Dasar Klasemen - FFWS SEA 2026 Spring

Awal musim 2026 menjadi sinyal bahaya nyata ketika EVOS sempat terjerembap di posisi juru kunci pada pekan pertama babak Knockout. Meski melaju ke Grand Finals, mereka gagal menembus persaingan papan atas.

  1. Gugur Dini di Lower Bracket - FFCM SEA 2026 Spring

Tren negatif terus berlanjut. Langkah EVOS terhenti lebih awal pada fase lower bracket quarterfinal setelah dipaksa menyerah 0-2 oleh P Esports.

  1. Harapan Semu di Panggung Paris - EWC 2026 Paris

Sempat membangkitkan asa lewat raihan dua Booyah beruntun di fase grup, perjumpaan EVOS di Paris berakhir antiklimaks. Gelar juara direbut oleh LYON (Meksiko), sedangkan EVOS harus puas finis di urutan ke-10.

Baca juga: FFWS SEA 2026 Fall: Bigetron Lolos ke Grand Finals dan Performa Wakil Indonesia di Phase 2

Perombakan Roster dan Realitas Pahit di FFWS SEA 2026 Fall

Guna memutus rantai hasil buruk, manajemen EVOS Divine akhirnya mengambil tindakan drastis sebelum bergulirnya kompetisi FFWS SEA 2026 Fall.

Bongkar Pasang Skuad Utama

EVOS secara mengejutkan melepas dua pemain kunci mereka, Rasyah dan Reyy. Sebagai gantinya, mereka mendatangkan Ikal (status pinjaman dari Dewa United Horus) serta FaizMKS. Sang pelatih kemudian mengungkapkan fakta bahwa perekrutan ini sebenarnya merupakan plan B lantaran perburuan target pemain utama mereka tersandung kendala internal.

Keterpurukan di Phase 1 & Phase 2

Sayangnya, taktik darurat tersebut belum membuahkan hasil manis di atas lapangan:

  1. Phase 1: EVOS Divine hanya mampu membukukan 266 poin dan tertahan di peringkat ke-13, yang membuat mereka terlempar dari zona aman Top 12.
  2. Phase 2: Memasuki Phase 2, kondisi justru makin memprihatinkan. Pada Week 3 Day 2, EVOS terbenam sebagai juru kunci (posisi ke-12) dengan raihan 44 poin tanpa Booyah, dilanjutkan dengan posisi ke-11 (48 poin) pada hari berikutnya.
Baca juga: Database Item Free Fire Terlengkap: Cara Cek Skin, Bundle, dan Kosmetik Langka

Tantangan bagi EVOS Divine saat ini bukan lagi sekadar memenangkan pertandingan, melainkan bagaimana menata ulang fondasi tim dan menemukan kembali daya juang yang pernah membawa mereka ke puncak dunia. Jika masalah internal dan adaptasi strategi ini tak kunjung terurai, trofi EWC 2025 berisiko hanya menjadi memori manis yang sulit terulang kembali.







Sumber:

esports.id



vexagame footer

Vexa Game adalah one stop gaming platform yang menyediakan berbagai layanan untuk memenuhi kebutuhan gamer di Indonesia, mulai dari top up, jasa up-rank, hingga jual beli akun game. Kami melayani segmen umum maupun reseller dengan pilihan produk yang luas, mencakup game mobile, PC, voucher digital, serta layanan PPOB seperti pulsa dan paket data. Vexa Game juga berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi, termasuk pengembangan produk fisik seperti perangkat keras dan aksesoris gaming.

Selain layanan transaksi digital, Vexa Game aktif membangun komunitas melalui konten-konten edukatif dan hiburan di berbagai platform media sosial. Dengan pencapaian sebagai Top Global di game Mobile Legends, kami membuktikan dedikasi kami tidak hanya dalam bisnis, tetapi juga dalam dunia kompetitif dan komunitas gamer. Kami percaya bahwa pengalaman bermain yang menyenangkan harus didukung oleh layanan yang andal, terjangkau, dan terus berkembang.

VexaGame Logo

PT VEXA DIGITAL SOLUTIONS

Komdigi LogoPSE Logo

VexaGame terdaftar dan diawasi oleh Komdigi & Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE).

© 2026 PT VEXA DIGITAL SOLUTIONS