8 Aplikasi Berbasis Teknologi Pelacak Persebaran COVID-19 di Berbagai Negara

8 Aplikasi Berbasis Teknologi Pelacak Persebaran COVID-19 di Berbagai Negara


Virus korona baru (COVID-19) telah mewabah di lebih dari 190 negara di dunia dan telah menjangkit lebih dari 2 juta orang (worldometers). Berbagai cara dan penanganan telah dilakukan oleh berbagai instansi pemerintah dan swasta. Kerjasama dengan berbagai sektor pun juga dilakukan seperti sektor teknologi informasi. Salah satu contohnya yaitu mengembangkan aplikasi berbasis teknologi pelacak persebaran COVID-19.

Inilah Aplikasi Berbasis Teknologi Pelacak Persebaran COVID-19 di Berbagai Negara, Termasuk Indonesia

Seperti yang kita tahu bahwa pemerintah Indonesia telah meluncurkan aplikasi PeduliLindungi untuk memantau dan mencegah persebaran infeksi virus korona. Namun, ternyata ada aplikasi berbasis teknologi pelacak persebaran COVID-19 di berbagai negara yang mirip dengan PeduliLindungi loh, sobat. Yuk simak terus ulasannya berikut ini

Baca Juga Aplikasi Untuk Manajemen Keuangan Saat Wabah Korona

1. TraceTogether

source : APK Support

TraceTogether adalah aplikasi pelacak COVID-19 yang dikembangkan oleh Pemerintah Singapura. Aplikasi ini cukup menginspirasi negara-negara lain loh sobat untuk membantu menangani virus korona. TraceTogether memanfaatkan jaringan sinyal Bluetooth untuk mengidentifikasi warga yang terindikasi terpapar atau bahkan positif virus korona. Sinyal Bluetooth akan terhubung dari satu ponsel ke ponsel lainnya yang akan memudahkan otoritas setempat menghubungi orang yang dekat dengan suspect atau pengidap COVID-19. Kemudian, otoritas setempat akan mendapatkan data dari suspect atau pembawa virus korona sehingga bisa melakukan pelacakan mengenai perjalanan dan interaksi yang pernah ia lakukan.

2. StopKorona!

source : time.mk

Aplikasi ini dikembangkan oleh perusahaan IT Makedonia Utara. StopKorona adalah aplikasi yang dirancang untuk membantu menghentikan penyebaran virus korona. Aplikasi ini juga berbasis Bluetooth untuk melindungi pengguna dengan menggunakan prosedur pendeteksi jarak antara perangkat atau aplikasi orang lain. Aplikasi ini bertujuan untuk memberikan tanggapan cepat dari otoritas kesehatan kepada orang-orang yang telah melakukan kontak dekat dengan orang yang terinfeksi virus dalam 2 minggu terakhir.  

3. eRouska

source: Prague Morning

Aplikasi eRouska dikembangkan oleh kelompok relawan di Republik Ceko, dibawah naungan Kementerian Kesehatan. Peluncuran aplikasi ini terinspirasi oleh aplikasi pelacak berbasis Bluetooth milik Singapura. eRouska akan melacak apakah seseorang telah melakukan kontak atau berada di dekat seseorang yang berpotensi atau sudah terkena COVID-19. Selain itu, aplikasi ini juga berfungsi untuk memberi peringatan pada seseorang yang positif virus korona untuk melakukan isolasi dalam waktu yang dianjurkan.

4. PeduliLindungi

source : PlayStore

PeduliLIndungi adalah aplikasi yang dikembangkan oleh Pemerintah Republik Indonesia untuk menghentikan penularan COVID-19. Kita bisa saling membagikan data lokasi saat bepergian dengan menggunakan PeduliLindungi. Aplikasi ini bekerja menggunakan Bluetooth untuk melakukan pertukaran data dengan gadget lain yang ada dalam radius tertentu. Proses tersebut akan mengidentifikasi orang yang pernah kontak dalam jarak dekat dengan orang lain yang telah dinyatakan positif COVID-19, PDP, atau ODP. Selain itu Sob, aplikasi ini juga berfungsi untuk mendeteksi area yang terdampak korona (zona merah). Jadi, kita akan mendapatkan notifikasi ketika berada di zona tersebut agar tetap berhati-hati.

5. Track Virus

source : Israel National Post

Aplikasi yang satu ini dikembangkan oleh perusahaan software asal Israel, Panda OS. Selain itu, aplikasi Track Virus juga bermitra dengan United Hatzalah, organisasi medis berbasis sukarelawan, untuk membantu melacak informasi terkait virus korona. Track Virus menggunakan data yang dikumpulkan oleh Kementerian Kesehatan terkait riwayat perjalanan dan keberadaan orang yang diduga atau dinyatakan positif COVID-19. Aplikasi ini bekerja dengan memeriksa ulang jalur pengguna aplikasi dengan jalur pasien terkonfirmasi. Kemudian, pengguna aplikasi akan mendapat notifikasi jika mereka berada di lokasi yang pernah dilalui pasien atau di wilayah yang sudah rawan akan virus korona.

6. Electronic Fence

Teknologi ini dibuat oleh Taiwan untuk melacak data ponsel dari orang yang terduga terjangkit virus (ODP, PDP) dan orang yang positif COVID-19. Melalui electronic fence, otoritas setempat akan memperingatkan orang yang seharusnya melakukan karantina atau isolasi mandiri, namun malah justru meninggalkan rumah. Hal ini dilakukan untuk menghentikan penyebaran infeksi virus.

7. Stopp Corona

Aplikasi ini dikembangkan oleh Palang Merah Austria dan telah diluncurkan pada akhir Maret lalu. Stopp Corona memungkinkan penggunanya untuk melacak dengan siapa mereka telah melakukan kontak. Kemudian, pengguna akan memberi tahu jika salah salah satu orang yang ditemui adalah orang yang terjangkit virus korona. Rencananya Stopp Corona akan ditambah fitur untuk pemeriksaan gejala sehingga pengguna bisa tahu apakah cocok dengan gejala virus korona.  

8. Aarogya Setu

source: HasGreek

Aarogya Setu adalah aplikasi yang dikembangkan oleh Pemerintah India untuk menghubungkan layanan kesehatan dengan masyarakat India terkait informasi COVID-19. Melalui aplikasi ini, Departemen Kesehatan bisa menjangkau dan memberi tahu para pengguna mengenai risiko, praktik terbaik, dan saran yang relevan. Aplikasi ini menggunakan fitur GPS dan Bluetooth untuk melacak infeksi virus korona dan menentukan risiko seseorang jika berada di jarak dekat dengan orang yang terinfeksi virus tersebut. Aarugya Setu telah tersedia di iOS dan Android.

Penutup

Penanganan wabah virus memang perlu kerja keras baik dari sisi pemerintah, tenaga medis, maupun perilaku masyarakat. Nah, untuk mempermudah koneksi diantara mereka, banyak terobosan baru yang dikembangkan di era modern seperti teknologi. Itulah sedikit ulasan tentang 8 aplikasi berbasis teknologi pelacak persebaran COVID-19 di berbagai negara. Semoga bermanfaat.

Sumber:

  • CNBC Indonesia
  • CNN Indonesia
  • thestar.com.my
  • nocamels.com
  • news.expats.cz
  • PlayStore

ARTIKEL TERKAIT

Angga Fernandi

I’m an English Literature student at a public university in Semarang. I usually write articles on my own blog during leisure time. Moreover, I really enjoy what I've been studying so far such as literature, public relation, creative writing, and language. I am a kind of person who likes to challenge myself and get new experiences in life.